Selasa, 04 Agustus 2020

Menginterpretasi dan Mengetahui Stuktur Teks Laporan Hasil Observasi

Menginterpretasi dan Mengetahui Stuktur Teks Laporan Hasil Observasi

Menyusun Ringkasan Isi Teks Laporan Hasil Observasi

Sebuah ringkasan pada dasarnya merupakan rangkaian  pokok-pokok pikiran yang dirangkai menjadi satu dengan tetap memerhatikan urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan. Untuk menyusun sebuah ringkasan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membaca pemahaman isi teks, kemudian menemukan pokok-pokok isi informasi di dalamnya. Pokok-pokok isi sebuah teks dapat ditemukan dengan menemukan kalimat utamanya. Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya memiliki pokok pikiran atau gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan utama  bersifat umum dan dapat melingkupi semua isi yang ada dalam sebuah paragraf. (Wajib di catat)

Sekarang, bacalah contoh analisis gagasan pokok setiap paragraf dalam teks Wayang di atas(klik disini untuk melihat kembali Teks Wayang). (Penugasan mencatat pada bagian ini bersifat opsional =boleh dilakukan atau tidak)

Gagasan pokok

Paragraf

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan  sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Wayang  dapat dibedakan berdasarkan bahannya yaitu wayang kulit,  yang biasanya terbuat dari  kulit hewan ternak, bisa berupa kerbau, sapi, atau kambing,  wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang, wayang golek, dan wayang suket dan wayang motekar.

                  

Latihan! (Penugasan mencatat dan pengisian pada bagian ini bersifat opsional = boleh diisi atau tidak)

Sekarang, berlatihlah untuk menemukan gagasan pokok isi teks  laporan hasil observasi dengan menggunakan tabel berikut ini. Kamu dapat menuliskannya pada lembar terpisah atau pada buku kerja dengan bantuan format contoh berikut

Gagasan Pokok

Paragraf

 

Wayang kulit dilohat dari umur dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit

 

Cerita yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan  Mahabharata. Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak, seperti gagrak Kasunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainya. Selain wayang purwa, jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil, wayang ajen, wayang sasak, wayang sadat, wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak, dan wayang beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan

 

Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur

 

Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang  golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut  kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang  yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen

 

Perkembangan terbaru dunia pewayangan

menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

 

Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun (1993 – 2001). Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus

 

Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan karena dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang baik dengan cara yang menarik. Pemerintah juga sering menggunakan wayang sebagai media informasi, misalnya dengan menggelar wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan  sebagainya. Terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Dengan kata lain, wayang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan

 

Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan karena dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang baik dengan cara yang menarik. Pemerintah juga sering menggunakan wayang sebagai media informasi, misalnya dengan menggelar wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti  keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Dengan kata lain, wayang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan


"Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Wayang wong adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang golek adalah jenis wayang yang mempertunjukkan boneka kayu. Ada juga wayang suket yaitu wayang yang terbuat dari rumput dan wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai   kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan".

 

Menyusun Simpulan Teks Laporan Hasil Observasi

Simpulan adalah rumusan akhir tentang sesuatu, dalam hal ini adalah teks. Simpulan disusun berdasarkan pemahaman atau penalaran kita terhadap keseluruhan isi teks tersebut. (Wajib dicatat)

 

 

Struktur Laporan Hasil Observasi (LHO) 

(Wajib dicatat)

Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) dapat disusun dengan struktur berikut :

a.       Pernyataan Umum atau  Klasifikasi

Pernyataan umum atau klasifikasi berisi pembuka atau pengantar hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar pemahaman tentang hal tersebut. Bisa juga pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dibahas dalam teks.

 

b.      Deskripsi Bagian

Deskripsi bagian, berisi uraian detail mengenai objek atau bagianbagiannya. Atau bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci)

 

c.       Deskripsi  Manfaat

Deskripsi manfaat menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan Mendeskripsikan manfaat dari sesuatu yang akan di observasi. Biasanya untuk benda mati. Sementara itu, untuk mendefinisikan benda hidup, definisi yang digunakan adalah definisi perilaku

 

d.      Penutup atau Simpulan

Adalah bagian akhir dari simpulan. Dan bersifat opsional, boleh atau tidak.

 

Tugas !

Analisislah bagian-bagian struktur yang terdapat pada teks Wayang yang sudah kalian baca di pertemuan minggu pertama!

Selamat mengerjakan! Tugas difoto dan dikirimkan melalui WhatsApp dengan menyertakan nama lengkap serta keterangan kelas sampai dengan tanggal 09 Agustus 2020 pukul 18.00 WIB. Apabila ada pertanyaan terkait penugasan, silahkan hubungi guru pengampu di chat WhatsApp!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menginterpretasi dan Mengetahui Stuktur Teks Laporan Hasil Observasi

Menginterpretasi dan Mengetahui Stuktur Teks Laporan Hasil Observasi Menyusun Ringkasan Isi Teks Laporan Hasil Observasi Sebuah ringkasa...